Apa itu organisasi..?

Arif Rahman Hakim

10/304398/SP/24317

TUGAS KELAS I

1) John D. Millet (1954)[1]

“Organization is the structural framework within which the work of many individuals is carried on for the realization of common purpose.”

(Organisasi adalah sebagai kerangka struktur dimana pekerjaan dari beberapa orang diselenggarakan untuk mewujudkan suatu tujuan bersama)

Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa organisasi merupakan sebuah gaung atau motor penggerak awal untuk menjadi kerangka struktur sebuah kesatuan, sedangkan kerangka yang dimaksud adalah pembentuk awal dari sebuah tatanan atau struktur yang ingin diciptakan, sehingga dalam pergerakan dimasa yang akan dating dapat lebih terarah dan bertujuan sama karena terbentuk dari beberapa orang yang melakukan berbagai kegiatan atau pekerjaan sebagai bentuk usaha untuk mencapai tujuan yang diinginkan.
2) Herbert. A. Simon (1958)[2]
Organization is the complex pattern of communication and other relations in a group of human being.”

(Organisasi adalah sebagai pola komunikasi yang lengkap dan hubungan-hubungan lain di dalam suatu kelompok orang-orang)

Pengertian organisasi menurut Simon ini sangat memperhatikan bagaimana proses organisasi tersebut hadir dan berjalan, karena pada kenyataannya tentu sangat memerlukan kontak atau komunikasi sebuah tunjangan kegiatan untuk memperlancar proses kerja, karena akan saling mengetahui apa yang dimaksud dan diinginkan antara seseorang dengan orang lain untuk melakukan pekerjaan dalam organisasinya, kemudian selain dari pola komunikasi tesebut, oganisasi juga memiliki hubungan-hubungan yang bias saja emosional sehigga membentuk kualitas kerja atau kinerja dari orang-orang yang berada dalam organisasi sehingga hubungan yang hadir tidaklah semata hanya hubungan yang kasat mata tetapi juga bisa tidak terlihat.
3) Chester I. Barnard (1938)[3]
”Organization is a system of cooperative activities of two or more person something intangible and impersonal, largely a matter of relationship.”

(Organisasi adalah sebagai sebuah sistem tentang aktivitas kerjasama dua orang atau lebih dari sesuatu yang tidak berwujud dan tidak pandang bulu, yang sebagian besar tentang persoalan silaturahmi)

Barnard mengartikan organisasi menjadi sebuah system yang di dalamnya terdapat aktivitas-aktivitas dari dua orang atau lebih untuk bekerjasama, dan aktivitas yang dilakukan itu menurut Barnard tidak berwujud dan tidak memilih atau pandang bulu, sehingga kegiatan tersebut seakan semu namun hadir dan ada di antara para pelaku kerjasama untuk menjadi contoh Barnard mengatakan seperti hubungan silaturahmi.
4) Robert V. Presthus (1958)[4]

“An organization is a system of structural interpersonal relations.”

(Organisasi adalah suatu sistem susunan hubungan-hubungan antarpribadi)

Presthus memberikan pandangan yang cukup sederhana untuk organisasi, namun bila dilihat dan diperjelas tentu memiliki sebuah arti yang luas, yaitu organisasi diartikan sebagai suatu sistem atau dalam kamus Besar Bahasa Indonesia dikatakan bahwa system itu merupakan perangkat unsur yang teratur  saling berkaitan sehingga membentuk totalitas, totalitas yang merupakan sebuah kesatuan atau persatuan atau kesamaan tujuan. Jadi dapat diartikan bahwa organisasi menurut Presthus merupakan tatanan yang tersusun dari unsur-unsur hubungan-hubungan antarpribadi atau invidu sehingga membentuk kesatuan utuh.

5) Ernest Dale (1952)[5]

“organization is planning process. It is concerned with setting up, developing and maintaining a structure or pattern of working relationship of the people within an enterprise”

(Organisasi adalah suatu proses perencanaan. Ini bertalian dengan hal menyusun, mengembangkan dan memelihara suatu struktur atau pola hubungan-hubungan kerja dari orang-orang dalam suatu badan usaha)

Dari pendapat Dale, dapat dilihat sebuah pengertian dari organisasi dengan cukup kompleks. Organisasi diartikan dengan suatu planning atau perencanaan yang tentunya merupakan keadaan masa depan yang diharapkan dari keadaan sekarang, dan Dale mengartikan dari perencanaan tersebut  merupakan kerja yang kompleks, karena di dalamnya hadir proses menyusun, mengembangkan dan memelihara suatu struktur atau pola hubungan, sehingga perencanaan memiliki maksud yang luas dan itu membentuk sebuah bentuk yang konkrit dalam bentuk organisasi. Dale juga memperhatikan bagaimana organisasi itu dari sudut badan usaha, sehingga dapat disimpulkan organisasi itu memberikan atau sebagai penunjang dari sebuah usaha yang menghasilkan profit atau keuntungan.

Teori organisasi adalah studi tentang bagaimana organisasi menjalankan fungsinya dan bagaimana mereka mempengaruhi dan dipengaruhi oleh orang-orang yang  bekerja di dalamnya ataupun masyarakat di lingkup kerja mereka.

Teori organisasi adalah suatu konsepsi, pandangan, tinjauan, ajaran,  pendapat atau pendekatan tentang pemecahan masalah organisasi agar lebih berhasil dalam mencapai sasaran yang telah ditetapkan. [6]

Mengapa suatu organisasi lahir?

Lahirnya sebuah organisasi tak terlepas dari kenyataan manusia sebagai makhluk sosial yang tidak bisa terlepas dari kehidupan sosialnya. Dari seluruh  pekerjaan yang dilakukan oleh manusia akan ada banyak pekerjaan dan masalah yang tidak bisa diselesaikan secara individu, sehingga seorang manusia membutuhkan orang lain untuk membantunya dalam menyelesaikan pekerjaan atau masalah tersebut. Dan dalam penyelesaian pekerjaan dan masalah yang ukuran dan jenisnya tidak bisa diselesaikan sendiri tersebut tentunya butuh sebuah organisasi yang bekerja sama dan bergerak dengan keteraturan yang telah ditentukan. Maka, sudah jelas manusia membutuhkan organisasi baik yang terstruktur ataupun tidak dalam menyelesaikan pekerjaan atau masalah yang tidak bisa diselesaikan dengan sendiri dan harus dikerjakan atau diselesaikan dengan sistematis.

Mengapa suatu organisasi cepat maju?

Organisasi bisa cepat maju dipengaruhi oleh beberpa hal dan tentunya faktor yang mempengaruhi majunya sebuah organisasi sesuai dengan jenis dan tujuan organisasi tersebut.Di dalam sebuah organisasi tentunya memiliki target-target tertentu yang harus dicapai, baik untuk jangka pendek ataupun jangka panjang. Apabila sebuah organisasi memiliki anggota dan pemimpin yang kerjasamanya solid dan bekerja dengan sungguh-sungguh, maka akan tercipta sebuah organisasi yang cepat maju atau berkembang. Namun, jangan dilupakan, sebuah struktur organisasi juga sangat berpengaruh pada kemajuan sebuah organisasi, sebuah organisasi yang jelas pembagian kerjanya tentu lebih baik daripada yang pembagian kerjanya tidak jelas. Produktifitas dan kreatifitas yang tinggi dari anggota organisasi juga sering berpengaruh pada majunya sebuah organisasi.

Mengapa ada organisasi yang tidak berubah atau statis saja?

Bersifat statisnya sebuah organisasi tentunya tidak terlepas dari faktor penunjang dari perubahan organisasi tersebut, faktor penunjang tersebut antara lain adalah kualitas, inovasi ,kerjasama, dan kerja keras dari setiap elemen yang ada pada sebuah organisasi. Sebuah organisasi yang tanpa perubahan bisa disebabkan oleh faktor-faktor menunjang yang buruk, sehingga banyak target, tujuan dan keadaan keseluruhan dari sebuah organisasi menjadi buruk dan tanpa perubahan. Namun, karena sistemnya terus berjalan organisasi ini tetap terus bertahan walau tanpa perubahan.

Mengapa ada organisasi yang gulung tikar?

Organisasi yang gulung tikar memiliki faktor penentu yang bermacam-macam, di antaranya adalah tidak mampunya bersaing dengan organisasi lain yang juga sama jenisnya dan bahkan memiliki tujuan yang sama. Selain dari hal tersebut faktor internal dari sebuah organisasi juga berpengaruh terhadap keadaan gulung tikar yang dialami oleh sebuah organisasi, keadaan finansial, hingga bagaimana keadaan struktur kepemimpinan yang berjalan di organisasi tersebut. Apabila seluruh faktor tersebut tidak sempurna atau tidak baik kinerjanya maka tentunya akan membuat terhambatnya perkembangan dari organisasi tersebut dan hingga gulung tikar.

Karya ini merupakan tugas pertama untuk mata kuliah Teori Organisasi yang diampu oleh Pak Yeremias T Keban, Jurusan Administrasi Negara atau Manajemen dan kbijakan Publik, Fakultas Isipol, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.


[1] Jhon D. Millet, Management in the Public Service; the Quest for effective Performance, 1954, p.152, dikutip dari buku Dasar-dasar Organisasi(Sutarto,1978).

[2] Herbert A. Simon, Administrative behavior, New York, dikutip dari buku sdc.

[3]Chester I. Barnard, The Function of the Executive, 1938, dikutip dari buku sdc.

[4] Robert V. Presthus, Toward a Theory of organization behavior, Administrative Science Quarterly, Vol. 13, June 1958, dikutip dari buku Dasar-dasar Organisasi(Sutarto,1978).

[5] Ernest Dale, Planning and Developing the Company Organization structure, 1952, dikutip dari buku sdc.

[6] Sumber berasal dari postingan Suhardi Mukhlis, Drs, M.Si. Sekolah Tinggi Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Raja Haji,Tanjungpinang http://www.pasamankab.go.id

Silahkan berkomentar, yang sopan ya..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s