BIROKRA(T)SI INDONESIA

Sebagai mahasiswa yang belajar di manajemen dan kebijakan publik UGM.
saya akan sedikit berbagi cerita lewat dinding facebook ini dari hasil observasi saya waktu liburan semester, kali ini semuanya akan bermuara kepada sebuah konsep yaitu “pelayanan publik“ dari beberapa hari saya melakukan observasi ke beberapa tempat instansi pelayanan publik, banyak hal-hal menarik yang sayang jika sekiranya hal ini kalau saya abadikan sendiri. Akan lebih baik jika hal ini saya bagikan kepada masyarakat sebagai penikmat pelayanan dan sebagai aparat sendiri yang bertugas memberikan pelayanan kepada masyarakat publik tentunya, yang mana pada awalnya saya berniat untuk melakukan observasi tingkat kabupaten, namun karena ada beberapa pertimbangan akhirnya saya memutuskan untuk menurunkan target yaitu tingkat kecamatan.

Keputusan ini saya ambil karena kalau di tingkat kecamatan mulai dari saya duduk di sekolah dasar sampai jenjang sekolah menengah atas (SMA) kalau di akumulasikan sudah berpuluhan kali mengunjungi tempat-tempat pelayanan publik yang ada di tingkat kecamatan tujuannyapun beraneka ragam mulai dari tugas sekolah, keperluan pribadi sampai dengan urusan administrasi di perkantoran untuk kepentingan sekolah, keluarga dan saya sendiri sebagai mahasiswa. Sedangkan di tingkat kabupaten hanya baru beberapa kali dan itupun bersama orang tua jadi yang lebih mengetahui adalah orang tua saya.

Berangkat dari falsafah minang. Dalam bhs. indonesianya lebih kurang intinya “sepanjang jalan banyak yang di lihat, selama hidup banyak yang dirasakan “ begitulah sekiranya ungkapan yang tepat untuk mengambarkan perjalanan saya yang sekaligus penikmat pelayanan publik .

Langsung saja kepada topik permasalahan. Namun, sebelumnya saya pastikan banyak daerah-daerah lain yang mengalami kasus yang serupa, karena ini memang bersifat mendasar dan normatif sehingga menyeluruh , tapi disini saya tidak akan membahas kasus di tempat lain karena tentunya permasalahannya akan semakin kompleks apalagi kalau di sandingkan dengan daerah yang menjadi fokus kajian saya . Selain dari itu pasti nanti akan memperpanjang basa-basi tulisan saya sebelum masuk ke pokok persoalan sebenarnya .

Langsung saja, karena pada pembahasan ini saya akan fokus kepada “konsep pelayanan publik “. Maka saya akan mulai dari mendeskripsikan potret pelayanan publik, dimana -Baru sebagian kecil dari keseluruhan instansi yang wajib menyediakan pelayanan yang memiliki prosedur yang jelas. Sementara banyak instansi penanggungjawab dan pemberi pelayanan yang tidak memiliki prosedur yang jelas dalam memberikan pelayanan.
Waktu pelayanan umum yang tidak efesien dan merugikan masyarakat yang sedang membutuhkan pelayanan. -Masih banyak petugas menununjukan sikap, cara bicara, memanggil , atau memberitahukan sesuatu yang tidak ramah dan santun. Sebagian ada yang merasa berada pada posisi superior dan arogan. -Masih ada instansi-instansi pemberi pelayanan yang belum menggun prasarana dan sarana yang layak dan sesuai dengan perkembangan zaman, seperti sistem komputer, internet/website dll.
-Sudah ada beberapa instansi yang memiliki sistem informasi pelayanan yang berisisi informasi tentang prosedur, biaya, waktu dan sebagainya. Tetapi, jumlah yang belum menerapkan sistem informasi yang baik lebih banyak lagi. -Sistem penampung pengaduan dan tindak lanjut pengaduan merupakan unsur standar pelayanan yang paling sedikit di temukan di instansi pelayanan publik.

Beberapa point di atas adalah wajah pelayanan publik yang saya temukan langsung di lapangan, kemudian, dari potret pelayana publik yang disebutkan diatas pasti terlintas dibenak kita sebuah pertanyaan “why”. Mengapa pelayanan publik yang ada di sana masih buruk ?.

Berdasarkan hasil wawancara saya dengan beberapa stakeholder terkait banyak hal yang melatarbelakangi hal tersebut diantaranya: aparat pemerintahan dan anggota DPR/D kurang memahami filosofi bernegara (tujuan negara, guna mandad politik, hak warga negara, kewajiban pemerintah, dsb). Kemudian birokrasi, kualitas dan mentalitas SDM, dan organisasi birokrasi belum mengalami perubahan berarti ( tetap korup dan belum berkualitas), dan terakhir reformasi birokrasi yang belum tuntas di terapkan di tengah-tengan masyarakat.

Saya yakin dengan waktu yang boleh dikatan terbatas untuk menyimpulkan berbagai potret wajah birokasi yang saya uraikan diatas masih belum 100% valid. Namun karena seperti yang saya katakan sebelumnya dimana selain observasi yang saya lakukan saya juga menjadi objek dari praktek-praktek instansi terkait mulai dari duduk di bangku sekolah dasar sampai menempuh pendidikan di jenjang SMA. Dengan demikian Saya memberanikan diri untuk mengeluarkan fatwa semacam itu.

Tujuannya tidak lain dan tidak bukannya hanya untuk menjadi evaluasi bersama baik itu dari pelaksana pelayanan publik maupun masyarakat sebagai penikmat pelayanan agar lebih memahami lagi peran mereka masing-masing demi terwujudnya kulitas pelayanan yang di idam-idamkan dengan demikian pasti arah kebijakan pembangunan daerah akan lebih mudah mencapai puncak ke gemilangan.

 

ADA PERTANYAAN.??

SILAHKAN HUBUNGI AUTHOR ALAIS..EH ALIAS PENULISNYO DALIAS NAN GANTENG..Hehe

4 responses to “BIROKRA(T)SI INDONESIA

  1. Gimana kuliah di jurusan mkp? Apakah mnyenangkan? Lalu apa hal yg dominan ddlamnya??

    • Mohon maaf baru dibalas ya..🙂
      kebetulan admin kuliah di MKP UGM,,
      Seru kok,,dosennya jos..hehe
      suasana kuliah juga beragam, karena sering dihadirkan praktisi juga untuk mata kuliah tertentu..
      dominan.?menurut admin ya sesuai konsentrasi, karena ada konsentrasi Manajemen Publik dan Kebijakan Publik,,kalo Manajemen Publik belajar menjadi manajer tetapi dikonsentrasikan menjadi seorang manajer untuk pelayan publik..
      Kebijakan Publik lebih konsentrasi menjadi seorang pengambil keputusan di dunia publik..

  2. Kalau prospek kerja kuliah di MKP apa ya? Soalnya pernah denger dari temen, kalau ayahnya itu kerjanya jadi penyediaan barang dsb.

    • waduh..untuk prospek kerja admin malah puyeng mau jawabnya..
      pada masa sekarang dunia kerja sudah tidak berkutat dengan kita lulusan apa..
      tidak sedikit jurusannya apa, eh kerja apa..hehe
      kecuali jurusan teknik jadi dokter ahli kandungan ya..🙂
      tetapi di atas kertas seringkali dikatakan prospek kerjanya di pemerintahan, LSM / NGO, dan berbagai perusahaan swasta yang membutuhkan manajer..

      Saran dari admin, kuliah sesuai keinginan saja..soal kerja bisa urus nanti..hehe
      pintu rezeki g’ ada yang tau dari arah mana..

Silahkan berkomentar, yang sopan ya..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s