Demokrasi, Globalisasi dan Koperasi

  1. a. Buatlah analisis mengenai tahapan demokrasi yang saat ini dicapai oleh Indonesia?

Tahapan pertama, berjalan sebelum keruntuhan rezim otoritarian atau totalitarian. Tahapan ini disebutnya dengan Pratransisi. Tahapan kedua, terjadinya liberalisasi politik awal. Dan tahap ini ditandai dengan terjadinya Pemilu yang demokratis serta regulasi kekuasaan sebagai konsekuensi dari hasil Pemilu. Tahapan ketiga adalah Transisi. Tahapan ini ditandai adanya pemerintahan atau pemimpin baru yang bekerja dengan legitimasi yang kuat. Kemudian yang terakhir, tahap keempat adalah Konsolidasi Demokrasi. Tahap ini menurut Eep membutuhkan waktu cukup lama, karena juga harus menghasilkan perubahan paradigma berpikir, pola perilaku, tabiat serta kebudayaan dalam masyarakat[1].

Dari keterangan tersebut dapat disimpulkan bahwa proses yang dialami Indonesia mulai dari “demokrasi kerakyatan pada masa revolusi, demokratisasi dalam demokrasi parlementer,  demokratisasi dalam demokrasi terpimpin, demokratisasi dalam demokrasi pancasila, rekonstruksi demokrasi dalam orde reformasi”[2] memberikan kita gambaran dimulai dari mencari jati diri diawal kemerdekaan, kemudian liberalisasi terjadi, dimana rakyat bebas memilih pemimpinnya pada pemilu, selanjutnya lahir seorang pemimpin yang memiliki legitimasi atau kepercayaan dari masyarakat baik melalui proses pemaksaan pengakuan atau benar-benar pengakuan dari rakyat, dan yang sekarang kita alami merupakan sebuah proses panjang, belum tahu kapan akan berhasil dalam implementasi demokrasi. Ketika tahap konsolidasi demokrasi yang terjadi pada masa reformasi di Indonesia kini, maka cukup banyak tekanan yang didapat, mulai dari teror hingga kasus kekerasan masal, berbeda mungkin dengan masa tokoh yang memiliki legitimasi yang kuat, namun pada masa itu kebebasan seakan direnggut, maka tetap penuh dengan kekurangan. Indonesia telah mengalami itu semua hingga hanya perlu penyempurnaan pada implementasi konsolidasi demokrasi, karena dalam praktek demokrasi pada masa reformasi masih penuh dengan kebebasan yang tidak bertanggungjawab dan tidak sadar hukum.

b. Buatlah analisis mengenai kejadian kekerasan itu dengan menggunakan perspektif demokrasi!

Telah jelas bahwa salah satu tatanan demokrasi adalah kebebasan yang terikat, dalam artian terikat tersebut adalah memiliki batasan, seperti apa batasannya, yaitu kebebasan yang tidak melangggar hak orang lain dan yang terpenting adalah mematuhi aturan bersama yang telah disepakati. Pada kasus kekerasan seringkali para pelakunya mengatasnamakan kebebasan bertindak, namun tidak sedikit pada kejadian tersebut yang menjadi alsan adalah ketidakpuasan terhadap pemimpin yang terpilih melalui proses pemilihan umum, semakin merajalelanya korupsi, kolusi dan nepotisme sehingga demokrasi yang berisi ajaran bebas terikat telah kotor dengan kegiatan seperti itu.

Ketika kekerasan terjadi maka akan banyak sekali penyebabnya, mulai dari dikarenakan kasus pencurian kemudian dipukuli massa, tawuran, dan beda pemahaman hingga masalah RAS. Demokrasi yang mengusung konsep kebebasan atau liberal namun terikat dengan hal yang telah dijelaskan diawal, maka tentu sistem semestiya harus bisa memperkuat peran dalam pencegahan untuk terjadinya kekerasan, dimulai sanksi yang semakin dipertegas hingga peran pemimpin yang juga tidak “lemah” karena kepentingan.

c. Apa pendapat saudara berkaitan dengan kekerasan yang digunakan untuk menyelesaikan suatu masalah. Misalnya, melakukan bom bunuh diri dengan alasan melawan kapitalisme global.?

    Menurut saya itu adalah jalan yang dipilih oleh pelaku, dan itu hak, yang jadi masalah adalah ketika melakukannya apa alasannya dan bagaimana dampak setelah terjadi baik jangka pendek atau jangka panjang. Ketika yang menjadi alasan melawan kapitalisme global maka dapat disimpulkan bahwa pelaku telah gerah, putus asa atau bahkan tidak mampu menahan lagi kekecewaannya terhadap keadaan ekonomi yang sedang berkembang, sehingga labilnya keadaan mental didukung oleh keinginan dan dukungan eksternal lainnya tentu hal tersebut bisa terjadi. Setelah kejadian tersebut terjadi, maka akan sangat banyak dampak negatifnya, mulai dari trauma seluruh orang yang selamat pada perisiwa tersebut, sehingga akan terus membuat tekanan pada dirinya dan seandainya peledakan pada daerah wisata maka akan menimbulkan kerugian karena para wisatawan akan ragu untuk menjadikan lagi daerah tersebut sebagai tujuan wisata mereka.

Menurut saya hal tersebut adalah salah, didukung oleh ajaran agama apapun yang mengatakan bahwa jalan kekerasan bukanlah jalan yang terbaik.

2. a, Buatlah analisis dampak positif maupun negatif globalisasi bagi Indonesia dari aspek : (a) Sosial; (b) politik; (c) ekonomi.

Dampak positif  globalisasi bagi Indonesia sungguh banyak yang bisa dirasakan, namun tentunya segala sesuatu yang datang tersebut dalam bentuk globalisasi yang di dalamnya terdapat berbagai macam unsur, mulai dari kapitalisme, westernisasi hingga perkembangan hubungan perdagangan bebas antar negara. Dimulai dari dampak positif pada aspek sosial, antara lain hal yang dapat diambil dan diikuti adalah adanya budaya tepat waktu dari negara-negara maju, sehingga budaya jam karet yang selama ini kita miliki mulai dihilangkan sedikit demi sedikit, kemudian semangat kerja yang tinggi, selama ini kita banyak melihat bagaimana kurang kreatifnya generasi penerus bangsa, lebih banyak bergantung pada kekayaan orang tua, dengan hadirnya budaya etos kerja dari luar merupakan contoh kemudian menjadi dampak baik buat negara, sebenarnya masih banyak dampak sosial lainnya, namun dua hal kecil itu saja menurut saya cukup mewakili positifnya globalisasi pada aspek sosial bangsa. Namun, disisi lain dampak globalisasi pada aspek sosial juga terdapat negatifnya antara lain yang dapat kita lihat pada budaya konsumtif yang dibawa oleh globalisasi, karena pada ajaran kapitalis tingginya konsumsi akan meningkatkan produksi dan akan menguntungkan sehingga ketika budaya ini masuk melalui proses globalisasi, maka banyak anak muda generasi penerus bangsa terpengaruh dan mengikutinya, selanjutnya hadir westernisasi pada proses globalisasi memberikan dampak pada remaja terutama gaya berpakaian dan pergaulan, selama ini sebagai orang timur kita lebih mengenal akan pentingnya budaya malu dan menutup aurat, namun setelah terkontaminasi dengan adanya westernisasi budaya malu tersebut mulai terkikis, berpakaian seperti orang-orang barat yang terbuka dan pendek-pendek sudah dianggap biasa. Pada umumnya dampak sosial yang didapat dari globalisasi meliputi gaya hidup dan sistem sosial yang hadir di masyarakat, terutama sikap tolong menolong dan gotong royong yang selama ini menjadi budaya negeri dan bangsa Indonesia.

Selanjutnya melihat dampak globalisasi dari sudut aspek politik, bagi dunia perpolitikan di Indonesia maka globalisasi cukup memberikan angin segar dalam bentuk kebebasan yang terikat untuk berpolitik, terutama menyangkut ajaran demokrasi. Pada masa orde baru dunia perpolitikan adalah salah satu dunia yang tertutup untuk umum, hanya partai sang presidenlah yang memiliki kekuatan dan tidak ada yang diperbolehkan untuk berbicara atau menilai kekuasaannya. Globalisasi juga membawa dampak positif pada aspek politik berupa akuntabilitas serta transparansi kinerja dari pemerintaha, sehingga masyarakat luas atau publik yang dulunya tidak tahu menahu bagaimana proses sidangnya DPR dan pembuatan kebijakan, kini bisa menyaksikan dengan bebas prilaku dari para wakil rakyat dalam memperjuangkan hak rakyat, selanjutnya mulai diperhatikannya hak politik perempuan juga merupakan dampak positif globalisasi pada dunia politik di Indonesia. Setelah mendapatkan berbagai dampak positif tersebut, tetap saja dampak negatif tidak mau berjauhan, hadirnya dampak negatif biasanya karena penyelewengan atau kesalahan pada pelaksanaan konsep politik modern yang datang, seperti proses demokrasi yang tidak fair, tanpa aturan hingga hanya menguntungkan segelintir orang untuk berpolitik. Kemudian dampak yang paling berat untuk diterima adalah dalam penyusunan kebijakan tidak sedikit pengaruh dari politik dunia dengan bebas mempengaruhi politik dalam negeri sebagai imbas dari globalisasi.

Selanjutnya pada aspek ekonomi, globalisasi dengan prosesnya penghapusan batasan antar wilayah dan negara, dimulai dari mudahnya informasi, komunikasi, teknologi hingga masalah ekonomi atau perbankan. Pada masa lalu bila kita melihat produk dari luar negeri adalah barang yang sangat berharga dan tentunya gengsi yang menggunakan barang luar negeri akan tinggi, karena proses atau kegiatan ekonomi yang terjadi sangatlah rumit lagi mahal, tapi pada masa globalisasi sekarang sudah mulai dilakukannya pasar bebas, negara Indonesia sudah memulainya dengan negara Cina, sehingga barang Indonesia bebas bea masuk di Cina begitupula sebaliknya. Pada kegiatan seperti itu tentunya memberikan dampak positif berupa peneyerapan tenaga kerja, peningkatan devisa negara hingga mudahnya untuk mendapatkan barang karena lebih bervariasi dengan banyaknya pilihan baik dari dalam negeri atau luar negeri. Produk dalam negeri tentu dengan adanya pasar bebas ini akan tertantang untuk lebih baik baik pada sisi kualitas maupun jumlah yang diproduksi. Dengan adanya dampak-dampak positif tersebut tidak memungkiri hadirnya dampak negatif globalisasi pada ekonomi Indonesia, contohnya adalah adanya persaingan tidak sehat antara produksi lokal dengan asing, karena dari pihak luar telah siap dan memiliki sumber daya yang mumpuni maka mereka dengan santai menikmati masa-masa globalisasi dengan unsur pasar bebasnya, sedangkan Indonesia dengan hasil produksinya belum terlalu siap, sehingga berdampak pada kurang diterimanya barang produksi Indonesia di luar negeri. Semakin mudahnya mendapatkan produk luar negeri membuat produk dalam negeri sedikit terpinggirkan, tidak sedikit usaha kecil yang bangkrut karena tidak mampu bersaing. Dengan adanya sistem ekonomi kapitalis maka membuat jurang pemisah bagi yang kaya dan yang miskin, kekuatan ekonomi negara mulai dikuasai pasar karena semakin kuatnya pasar dalam penentuan harga.

b. Menurut saudara Indonesia termasuk negara berhasil atau gagal dalam memanfaatkan globalisasi.?

Menurut saya Indonesia mengalami kedua-duanya, pada beberapa sektor cukup berhasil namun pada sektor lain ada yang gagal. Kita lihat terlebih dahulu keberhasilannya, mulai dari penerapan teknologi informasi dan komunikasi hingga terus berusaha untuk menjadi salah satu negara yang berdemokrasi, sehingga dapat dikatakan cukup berhasil walaupun kualitas atau tingkat keberhasilannya tidak semaksimal pada negara maju. Ketika era globalisasi memasuki Indonesia, maka cukup banyak yang berubah baik menjadi lebih baik atau buruk, setelah informasi dan teknologi komunikasi semakin mudah untuk didapat dan diakses maka dengan mudah kita bisa melakukan browsing atau download, namun ketika kemudahan tersebut disalahgunakan maka itu yang menjadi ketidakberhasilan dari pemanfaatan globalisasi di Indonesia. Manusia berbuat bebas dengan alasan ini hak saya, dan merupakan ajaran demokrasi, padahal itu adalah alasan yang salah, karena demokrasi tidaklah menginginkan kebebasan tanpa aturan. Budaya asing yang merenggut jiwa budaya lokal hingga lemahnya tingkat kesadaran ideologi dari para penerus bengsa membuat Indonesia cukup dikatakan kurang berhasil dalam menanggulangi dampak negatif dari globalisasi.

c. Berikan contoh dan penjelasan negara yang mampu memanfaatkan dampak positif globalisasi?

Negara yang mampu dalam memanfaatkan dampak positif dari globalisasi pada umumnya adalah negara yang telah terlebih dahulu bertahan dan terus berusaha untuk mendapatkan kesuksesan, sehingga telah bisa menyesuaikan diri dan apabila terjadi permasalahan telah memiliki senjata untuk mengatasinya. Dalam hal ini saya memilih Cina, sebagai negara raksasa Cina tidak hanya kuat dan luas pada sisi wilayah tetapi merupakan raksasa ekonomi yang lahir di dalam kemelut dunia yang sedang dilanda krisis. Dengan adanya pasar bebas Cina benar-benar memanfaatkan untuk meningkatkan perekonomian mereka dan mulai membuka diri untuk proses globalisasi, karena selama ini Cina lebih dikenal sebagai negara tertutup kini telah berhasil menjadi negara yang mulai terbuka dan menerima perubahan dari luar namun perubahan yang masih bisa dimanfaatkan sehingga dampak negatifnya bisa ditekan dan budaya lokal masih tetap bertahan.

Cina dalam menangani permasalahan bebasnya akses komunikasi dan informasi dengan tegas membatasi cukup banyak bagian yang di tutup dan dilarang untuk diakses, sehingga pengaruh-pengaruh buruk bisa diminimalisirkan. Sistem ekonomi kapitalis tidak ditelan mentah-mentah, namun diusahakan untuk bisa selaras dan seimbang dengan sistem ekonomi mereka yang cenderung sosialis, namun yang diambil adalah kebaikan dari kapitalis, bukan yang buruk-buruknya. Sehingga dapat disimpulkan bahwa keadaan Cina yang sekarang karena pintarnya mereka dalam memandang kesempatan dari globalisasi.

3. a, Mengapa peran koperasi sebagai sokoguru perekonomian Indonesia sangat kecil?

Koperasi mengalami krisis peran dikarenakan banyak hal, mulai dari bentuk usaha hingga bagaimana kerja dan peyerapan tenaga kerjanya. Koperasi yang dikenal di Indonesia biasanya melayani proses simpan pinjam dengan modal awal berasal dari inuran anggota, sehingga tentunya kegiatan koperasi seperti itu adalah sebuah pembatasan kegiatan dan tidak banyak koperasi yang berani melakukan perubahan gerakan, kemudian dalam kegiatannya hanya memrlukan tenaga kerja yang sedikit, cukup di kantor saja, karena anngota yang bekerja bukanlah untuk koperasi tetapi hanya membayar iuran, sehingga tenaga kerja yang diserap sedikit. Pembentukan koperasi pada masa orde baru adalah sebuah keharusan, jadi bukan sebagai bentuk pemenuhan kebutuhan, sehingga peran dari koperasi tidaklah signifikan, yang selanjutnya andai para anggota ikut berpartisipasi bagi hasilnya tidaklah tinggi sehingga para anggota merasa tidak begitu merasakan peran koperasi dalam pendapatannya.  Mungkin ada sedikit model usaha lain selain simpan pinjam, antara lain KUD kelapa sawit seperti di berbagai wilayah di Sumatera, dalam kegiatannya para petani sawit yang telah menjadi anggota KUD akan menjual hasil kebunnya kepada koperasi, kemudian koperasilah yang mendistribusikan kepada perusahaan CPO atau pengolah sawit. KUD tersebut selain melayani simpan pinjam dan pembelian sawit juga melayani pembelian barang penunjang perkebunan lainnya, sehingga dapat dapat dikatakan walaupun koperasi hanya memperkerjakan pegawai untuk mengurusi tempat penjualan, tetapi anggota yang telah membayar iuran pangkal dan rutin akan “mendapat SHU yang adil sesuai jasa usaha dari masing-masing anggota”[3]. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak semestinya dengan melihat jumlah tenaga kerja yang diserap sedikit dan pembentukan PDB-nya rendah maka koperasi dikatakan rendah perannya. Setiap anggota yang aktif tentunya mendapatkan hasil yang seimbang dengan usahanya, sehingga apabila ingin hasil yang tinggi harus berusaha seoptimal mungkin.

b. Menurut anda, apakah koperasi masih dapat menjadi sarana demokrasi ekonomi Indonesia di tengah pergulatannya melawan kapitalisme global.?

Menurut saya tentu masih bisa, namun perlu peningkatan variasi dari usaha yang dilakukan oleh koperasi, agar dalam persaingan dengan sistem kapitalisme global tidak kalah. Kemudian apabila koperasi dalam bentuk kegiatan produksi bersama maka meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil kerja. Ketika kapitalisme mengatakan segala sesuatu harus menggunakan modal, maka koperasi sebagai usaha bersama telah memiliki modal bersama berasal dari para anggota, namun kapitalisme tidaklah mengajarkan bagaimana kesejateraan bersama namun berlomba-lomba untuk mendapatkan kesejahteraan, maka koperasi sebagai jalan keluar agar kesejahteraan tidak hanya dirasakan oleh segelintir orang, maka sesuai dengan sistem koperasi pembagian SHU seadil-adilnya, pada akhirnya kesejahteraan yang menjadi mimpi bukan sekedar mimpi belaka dan kemudian tetap bertahan walaupun genpuran kapitalisme terus datang. Koperasi yang berasakan kekeluargaan dan demokratis, tentunya dengan asas seperti itu bisa menyesuaikan dengan perkembangan zaman sebagai bentuk pengembangan dari koperasi di Indonesia.

c. Kalau anda yakin, upaya apa yang harus dilakukan agar perekonomian Indonesia kembali mendasarkan pada pasal 33. Sebaliknya, kalau anda ragu pasal 33 masih relevan, bentuk perekonomian seperti apa yang dapat mengarahkan perekonomian Indonesia ke arah kesejahteraan.?

Upaya yang dapat dilakukan agar perekonomian Indonesia kembali mendasarkan pada pasal 33 UUD 1945 menurut saya dapat dimulai dari konsistensi dari pemerintah untuk menjalankan dan menerapkan pasal tersebut, karena memang sebaiknya tidak semua sektor harus diserahkan kepada swasta dan tentunya maksud dari asas kekeluargaan tidaklah harus diartikan secara sempit, karena keluarga yang dimaksud adalah bukan bentuk keluarga yang selama ini kita kenal, tetapi bagaimana keluarga itu tidak mementingkan diri sendiri seperti budaya hedonis dan individualistik yang dibawa oleh ajaran kapitalis dalam mencapai kesejahteraan. Kemudian dapat juga dilakukan sebuah gerakan dari pemerintah untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi dengan mendirikan usaha industri namun bisa memanfaatkan sistem ekonomi yang telah dibentuk pada pasal 33 UUD 1945.

DAFTAR PUSTAKA

Anonymous, 2010, dalam http://kisaranku.blogspot.com/2010/11/koperasi-indonesia.html diakses pada tanggal 15 Juni 2011 pukul 16.15 WIB.

Candra, 2010, Sejarah Perkembangan Demokrasi Di Indonesia dalam http://candra.blog.fisip.uns.ac.id/2010/10/18/sejarah-perkembangan-demokrasi-di-indonesia/ diakses pada tanggal 15 Juni 2011 pukul 23.30 WIB.

Rinaharini,2008, Perkembangan Demokrasi Di Indonesia dalam http://rinawatiharini.wordpress.com/2008/06/09/perkembangan-demokrasi-di-indonesia/ diakses pada tanggal 15 Juni 2011 pukul 23.15 WIB.

TUGAS PENGGANTI UAS

MATA KULIAH SISTEM SOSIAL POLITIK INDONESIA

Dosen Pengampu : Dr. Agus Pramusinto, MDA dan Dr. Nunuk Dwi Retnandari, MS

DISUSUN OLEH      : ARIF RAHMAN HAKIM

NIM                            : 10/304398/SP/24317

JURUSAN MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIK

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN POLITIK

UNIVERSITAS GADJAH MADA

2011

YOGYAKARTA


[1] Rinaharini,2008, Perkembangan Demokrasi Di Indonesia dalam http://rinawatiharini.wordpress.com diakses pada tanggal 15 Juni 2011 pukul 23.15 WIB.
[2] Candra, 2010, Sejarah Perkembangan Demokrasi Di Indonesia dalam

http://candra.blog.fisip.uns.ac.id diakses pada tanggal 15 Juni 2011 pukul 23.30 WIB.

[3] Anonymous, 2010, dalam http://kisaranku.blogspot.com diakses pada tanggal 15 Juni 2011 pukul 16.15 WIB.

2 responses to “Demokrasi, Globalisasi dan Koperasi

  1. wow rajin sekali menulisnya,,, ayo lanjutkan,,,
    lagi ngenet eh nyasar ke blog ini,,,ternyata anak MKP juga
    saya AN UGM 07…:D
    good job ,ayo dilanjutkan potensi menulisnya

Silahkan berkomentar, yang sopan ya..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s