Rangkuman dari Teori Pembangunan

Beberapa Contoh Soal Ujian Akhir Semester Teori Pembangunan

1. Jelaskan argument dasar teori modernisasi dan relevansinya bagi Negara berkembang seperti Indonesia! Apa kritik Anda terhadap teori modernisasi? Apa alternatif yang bisa ditawarkan?

2. Jelaskan bagaimana teori struktural menjelaskan kemajuan atau keterbelakangan suatu Negara! Apa kontribusi penting teori ketergantungan dalam perdebatan pembangunan?

3. Mengapa globalisasi selalu menimbulkan kontroversi? Apa yang harus dilakukan Negara berkembang untuk menghadapi globalisasi? Peran pokok apa yang harus dijalankan pemerintah di tengah kuatnya arus globalisasi?

4.Pemerintah adalah “a necessary evil”. Jelaskan makna pertanyaan tersebut dan sertakan dengan contoh!

5.Apa argumen pokok post-developmentalisme dan apa kontribusinya bagi pembangunan? Bagaimana fisibilitas gagasan post-developmentalisme untuk Negara-negara berkembang? Sejauh mana gagasan tersebut telah diperhatikan dalam pembangunan di Negara berkembang?

6. Mengapa pemberdayaan masyarakat penting untuk dilakukan? Dari beberapa perspektif pemberdayaan, perspektif manakah yang bisa digunakan untuk memahami pemberdayaan di Negara berkembang secara umum dan Indonesia secara khusus? Sertakan dengan contoh!

7. Mengapa isu gender penting untuk dibicarakan dalam pembangunan? Sejauh mana isyu gender sudah dipertimbangkan dalam pembangunan di Negara-negara berkembang seperti Indonesia? Tantangan atau kendala pokok apakah yang dihadapi dalam pengarusutamaan gender? Bagaimana mengatasi tantangan atau kendala tersebut?

8. Mengapa pembangunan berkelanjutan penting untuk diperhatikan? Sejauh mana agenda tersebut telah berhasil dipromosikan dalam pembangunan di Negara berkembang? Masalah atau kesulitan pokok apakah yang harus diselesaikan agar pembangunan berkelanjutan bisa diterapkan? Bagaimana posisi Indonesia/Australia saat ini?

9. Mengapa Anda perlu untuk memahami teori pembangunan?

JAWABAN :

  1. Argument dasar dari teori Modernisasi adalah Budiman (2000 :40) negara-negara yang belum maju tersebut masih tradisonal, belum berhasil lepas landas, karena baik orang-orangnya maupun nilai-nilai yang hidup dimasyarakat tersebut masih belum modern, sehingga tidak menopang proses pembangunan. Dari penjelasan tersebut dapat dilihat bahwa pandangan dari teori modernisasi ingin mengungkapkan bahwa peran internal dalam proses pembangunan dan perubahan menuju dunia modern, keadaan orangnya hingga nilai-nilai hidupnya masing memegang budaya ketradisonalannya, hal tersebut dilihat bahwa perubahan hanya akan terjadi ketika faktor- faktor internal pada suatu negara telah bersedia berubah untuk menjadi lebih modern. Prilaku, aktifitas n budaya internal pada suatu negara, akan membentuk tingkatan modernitas suatu negara, akan berubah menjadi lebih baik itu menurut teori modernisasi haruslah merubah sedikit drmi sedikit masyarakat dan pola2nya untuk bisa mnerima modernisasi. Teori ini menyarankan agar negara2 berkembang meminta bantuan pada negara2 maju, sehingga harus ada hubungan yang erat antara negara2 bekembang dengan negara2 maju.

kritik

Teori modernisasi yang terlalu mempermasalahkan tentang kualitas internal pada suatu negara. Negara maju yang telah jauh di depan negara berkembang dianggap tidak ada pengaruhnya, dan negara berkembang sudah seharusnya membuat hubungan yang erat karena dianggap negara maju bisa membantu negara berkembang, padahal pada kenyataannya negara maju dalam proses hubungan itu hanya memanfaatkan negar-negara berkembang.

Alternatif

Alternatif yang dapat penulis tawarkan adalah andai memang faktor internal menjadi terpenting, maka manfaatkn sdm n sda secara optimal untuk kemajuan negara, tapi bukan maksimal. Mari mulai memanfaatkan kemampuan dalam negeri dengan optimal, dan berusaha mencuri ilmu dari negara yang telah maju, tetapi jangan dengan buta mengaplikasikannya.

2. Teori ketergantungan menjelaskan kemajuan atau keterbelakangan suatu negara disebabkan oleh “perkembangan dan dan ekspansi dari kehidupan ekonomi negara-negara lain”. Secara umum dapat disimpulkan bahwa teori ketergantungan memandang keadaan suatu negara itu disebabkan oleh negara-negara lain yang memiliki hubungan dengan negara tersebut, namun dalam hubungan tersebut lebih sering merugikan suatu negara tersebut dalam menjalin hubungan, pada teori ini sangat tegas mengatakan bahwa lebih celaka bila berhubungan banyak dengan negara lain, terutama negara-negara kapitalis, karena negara yang berhubungan dengan negara maju yang dalam teorinya menggunakan sistem kapitalis tersebut akan diekploitasi dan akan sangat merugikan negara yang melakukan hubungan dengan negara lain.

Peran Penting

Teori ini merupakan teori yang menyangkal dan membantah argumen dari teori modernisasi yang mengatakan bahwa kemandirian itu tidak tidak akan memberikan kemajuan pada suatu negara, negara harus melakukan hubungan dengan negara2 maju yang kapitalis bila ingin maju. Teori ketergantungan memiliki komitmen untuk berusaha mandiri dengan sumber daya sendiri dan apabila berhubungan dengan negara lain haruslah hubungan yang saling menguntungkan.

Catatan : Menurut penulis, sperti yang dikatakan oleh Bung Karno dengan “BERDIKARI” alias berdiri dikaki sendiri dan tidak mengharapkan bantuan negara kapitalis itu ada benarnya, kenyataan menjawab bahwa hubungan yang berlebihan dengan negara-negara kapitalis hanya merugikan.

3. Kontroversinya globalisasi disebabkan oleh pengaruh yang dibawanya dan karena kondisi atau keadaan hingga kualitas negara yang masuk ke dalam prosesnya. Selama ini bagi negara atau bangsa yang tidak mampu untuk memfilter berbagai macam unsur terutama unsur budaya, gaya hidup hingga ideologi, maka akan merasakan dampak negatif dari globalisasi, karena globalisasi yang pada umumnya membawa westernisasi, yaitu budaya dan gaya hidup barat yang tentunya sangat berbeda dengan budaya negara lain khususnya Indonesia. Arus teknologi informasi dan komunikasi yang sangat terbuka luas akan membawa unsur negatif, maka sangat diperlukan sebuah saringan untuk mencegahnya. Untuk masalah kondisi serta kualitas negara yang ikut ke dalam lingkaran globalisasi antara lain yaitu, tidak sebanding atau setaranya kualitas SDM yang dimiliki suatu negara dengan negara lain, begitupula teknologi yang digunakan, dan berbagai keadaan baik itu ekonomi, budaya, sosial dan masyarakat pada suatu negara belum siap untuk masuk ke dalam proses global atau globalisasi, sehingga seringkali disimpulkan bahwa globalisasi belumlah saatnya dijalankan terutama pasar bebas yang sangat memberatkan negara berkembang yang belum memiliki kekuatan baik secara ekonomi atau lainnya.

Negara bekembang khususnya Indonesia dalam menghadapi globalisasi dapat melakukan beberapa hal, antara lain :

– Meningkatkan kulitas SDM dan mengoptimalkan SDA yang tersedia,

– Pemerintah mulai melihat secara serius dan membuat kebijakan tentang manghadapi periode globalisasi tersebut,

–  Selanjutya kemajuan dan kebebasan teknologi dan informasi dimanfaatkan dengan baik dan apabila ada pemerintah bersiap sedia dengan peraturan bila ada penyalahgunaan,

Peran pokok dari pemerintah berada pada bagaimana bisa membuat regulasi atau kebijakan untuk masyarakat dalam menghadapinya, mulai dari peningkatan pemahaman ideologi negara buat seluruh masyarakat, terutama buat kalangan remaja sebagai penerus bangsa, hingga aturan yang mengatur penggunaan dan implementasi berbagai unsur globalisasi yang datang. Sedangkan pada tubuh pemerintah, mulailah mengambil yang positif dari berbagai unsur globalisasi, seperti budaya sadar diri, tidak korupsi, akuntabilitas, transparansi hingga budaya tepat waktu dan janji.

4. A necessary evil bila diartikan secara bahasa maka artinya adalah sebuah atau sesuatu yg jahat yg diperlukan. Setelah mencoba mencari dari berbagai referensi, dapat salah satu mengatakan seperti ini “Birokrasi (sebagai necessary evil, hantu yang menakutkan yang dibutuhkan) mulai dari era Weber, Parson, sampai pada Osborne dan Gaebler dalam Reinventing Government-nya tampak masih memposisikan masyarakat sebagai objek pasif[1]”. Bila melihat dari arti dan penjelasan dari referensi tersebut maka dapat disimpulkan bahwa sebagai sesuatu atau biasanya adalah “hantu” yang menakutkan, namun diperlukan. Ketika mulai berurusan dengan pemerintah terutama dengan proses birokrasinya, maka publik atau masyarakat umum akan berpikir panjang, mulai dari proses yang akan berbelit-belit dan panjang hingga biayanya yang bisa saja besar, walau dalam teori atau aturan tidak dan yang menjadi cost tinggi biasanya karena adanya pungutan liar dari aparatur birokrasinya. Setelah menimbang dan memperhitungkan berbagai hal tersebut tentunya akan menghalangi keinginan publik untuk berurusan dengan pemerintah namun tidak dapat tidak, yang namanya prosedur dan regulasi kewajiban sebagai warga negara maka harus mengurus berbagai macam bentuk surat dan perizinan hingga tanda pengenal pada pemerintah, suka tidak suka sebagai warga negara pemerintah itu adalah “hantu” yang menakutkan dan sangat dibenci namun diperlukan, selain hal tersebut tentunya ada banyak masalah yang juga berhubungan dengan pemerintah, contohnya bila ada negara mulai bangkrut atau inflasi maka negara akan turun tangan sebagai pengatur segala sesuatu terutama proses ekonomi negara, sehingga bagi para pengusaha atau kapital akan terbelengu kebebasannya, namun mau bagaimana lagi hanya itulah yang bisa menyelamatkan negara.

5. Argumen dari post-developmentalisme adalah “Bahwa  ‘pembangunan’ tidak bertujuan untuk membangun manusia, tapi kendali oleh manusia itu sendiri tanpa adanya dominasi, kemampuan lokal itu perlu diberdayakan terutama inisiatif tentang membangun, dalam pembangunan tidak ada indikator sebagai terget keberhasilan[2]”. Jelas sekali bagaimana argumen dari post-developmentalisme, dimulai dari bagaimana memandang pembangunan hingga menggagas bahwa pentingnya pemberdayaan atau menghargai peran lokal, tidak harus pembangunan itu mengikuti kehendak dan tuntunan barat atau negara maju, namun boleh saja mengarahkan pembangunan sesuai dengan yang diinginkan, terlebih ketika teori ini memndang bahwa pembangunan itu tidak ada indikator dan pentingnya memandang harkat martabat manusia dalam pembangunan, dan seingat penulis Pak Gaby mengatakan pandangan teori ini tentang lingkungan yang juga harus diperhatikan.

Selanjutnya pada referensi lain mengatakan bahwa ”Pembangunan tidak selalu berarti peningkatan taraf‐hidup, tetapi peralihan dari ekonomi yang sebelumnya bersifat informal ke dalam jaringan sirkulasi komoditas (the incorporation of previously informal economies into the networks of commodity circulation). Contoh: peralihan status kerja dan fungsi ekonomi ibu rumah‐tangga[3]”. Dapat disimpulkan bagaimana post-developmentalism sangat lain dari teori pembangunan, karena memandang pembangunan itu bukan harus membuat kehidupan ini menjadi lebih baik, tetapi perubahan secara horizontal pun dianggap sebagai pembangunan seperti yang telah dicontohkan tersebut.

Bagi negara-negara berkembang post-developmentalism cukup memberi angin segar, karena selama ini sebagai negara berkembang tentunya lebih banyak dirugikan oleh negara-negara maju, terutama ketika dibentuknya indikator seperti apa yang harus dicapai oleh negara berkembang untuk menjadi maju, kemudian aliran ini juga menolak adanya rekayasa sosial, yang merupakan sebuah metode dari negara-negara kapitalis untuk menguasai negara-negara yang sedang berkembang. Sehingga ada sedikit kemungkinan untuk mengaplikasikan teori ini pada negara berkembang, namun tidak harus melupakan bagaimana peran internasional juga penting.

Pada negara berkembang tidak cukup banyak diperhatikan, karena pada kenyataannya negara-negara berkembang pada saat ini pada umumnya akan memilih salah satu metode yang diajukan oleh teori pembangunan yang dibawa oleh negara-negara maju, sehingga dapat disimpulkan negara-negara berkembang masih sangat besar ketergantungannya pada negara maju, baik dengan alasan tergantung karena terpaksa atau memang atas dasar keinginan sendiri.

6. Sebelum menjawab lebih jauh, mari lihat konsep utama pada pemberdayaan masyarakat, “pertama, kecenderungan primer, yaitu kecenderungan proses yang memberikan atau mengalihkan sebagian kekuasaan, kekuatan, atau kemampuan (power) kepada masyarakat atau individu menjadi lebih berdaya. Proses ini dapat dilengkapi pula dengan upaya membangun asset material guna mendukung pembangunan kemandirian mereka melalui organisasi; dan kedua, kecenderungan sekunder, yaitu kecenderungan yang menekankan pada proses memberikan stimulasi, mendorong atau memotivasi individu agar mempunyai kemampuan atau keberdayaan untuk menentukan apa yang menjadi pilihan hidupnya melalui proses dialog”[4]. Sepintas lalu itulah yang menjadi konsep dasar sperti apa saja bentuk pemberdayaan yang bisa dilakukan. Pemberdayaan masyarakat sangat penting dilakukan karena pada masyarakat tentunya memiliki kemampuan untuk mandiri dan berusaha dengan kemampuan yang dimiliki dalam mencapai tujuan yang ingin dicapai, dan merupakan sebuah kekuatan besar untuk dijadikan senjata perubahan dari keadaan yang terpuruk dan terbelakang baik dari sisi ekonomi atau sosial menjadi masyarakat yang lebih baik dan modern, karena dalam pergerakannya selama ini masyarakat sering tertindas dan dalam lingkaran kemiskinan. Begitulah mengapa pemberdayaan yang merupakan gerakan bersama dari masyarakat untuk mencapai keinginan dan tujuan mereka, tanpa harus dibantu lagi dan masyarakat haruslah diberikan dorongan untuk memberdayakan dirinya ataupun dengan cara memberikan sebagian kekuasaan penentuan kepada masyarakat sendiri.

Untuk perspektif,saya kurang bahan..maaf..

7. Untuk gender teman2 dapat melihat paper kelompok 11,,klik disini..

8. Karena pembangunan berkelanjutan merupakan kegiatan lanjutan dari pembangunan yang selama ini banyak berdampak buruk pada lingkungan, baik itu lingkungan alam maupun lingkungan sosial ekonomi. Karena konsep yang ditawarkan oleh pembangunan berkelanjutan menurut Emil Salim adalah pembangunan berkelanjutan adalah suatu proses pembangunan yang mengoptimalkan manfaat dari sumber daya alam dan sumber daya manusia, dengan menyerasikan sumber alam dengan manusia dalam pembangunan (yayasan SPES,1992:3),  sehingga dapat disimpulkan ketika segala sesuatu yang selama ini dilakukan pembangunan secara maksimal, mulai dari pemanfaatan sumber daya alam melalui sumber daya manusianya, sehingga alam merupakan objek yang indah dan sangat berharga untuk dimanfaatkan tanpa melihat masa akan datang, melalui konsep pembangunan berkelanjutan dicoba untuk memperbaiki itu semua. Alam dan manusia adalah dua elemen penting di dunia ini yang tidak dapat dipisahkan, jadi untuk membentuk hubungan yang baik dan tidaklah terputus hanya karena ingin memnuhi keinginan dan kebutuhan, maka perlu penataan kembali dari pembangunan yang dilakukan.

Pada negara berkembang cukup gencar dilakukan, contohnya dengan adanya kebijakan negara yang telah mapan atau maju akan memberikan bantuan atau bayaran kepada negara berkembang pada hutan yang tidak dibabat atau dimanfaatkan sebagai bentuk ganti rugi karena hilangnya potensi keuntungan. Selain hal tersebut mungkin semakin gencarnya kegiatan sadar lingkungan dalam bentuk kebijakan bebas kendaraan dan hemat BBM.

Masalah apa saja yang mesti diselesaikan agar pembangunan dapat diterapkan, antara lain yaitu[5] :

¨     Kerusakan lingkungan Indonesia

¨     Keterbatasan Sumber Daya Manusia

¨     Gagalnya implementasi kebijakan pemerintah

¨     Masih banyak pengangguran, kemiskinan dan stabilitas ekonomi yang rendah

Beberapa hal tersebutlah yang masih menjadi ganjalan agar pembangunan dapat diselaraskan dengan lingkungan, sehingga apabila semua tersebut belum teratasi maka konsep pembangunan akan tetap seperti biasanya, yaitu bagaimana bisa mendapat keuntungan dan membangun negara menjadi modern tanpa melihat keharusan menjaga lingkungan dan memberikan hak hidup pada lingkungan.

Antara Indonesia dan Australia memiliki posisi yang berbeda, Indonesia sebagai negara berkembang tentunya masih menjadi objek penanamn konsep pembangunan berkelanjutan dan sering mendapat sorotan sebagai negara yang masih belum peduli lingkungan, sehingga mendapat bantuan seperti penulis katakan sebelumnya, yaitu bantuan ganti rugi. Sedangkan Australia saat sekarang sudah mulai menjalankan konsep pembangunan berkelanjutan dengan berbagai kebijakan baik dalam tata kota, air bersih, hingga bantuan yang diberikan kepada negara lain.

9. Manurut penulis pentingnya mempelajari Teori Pembangunan karena sebagai mahasiswa jurusan Manajemen dan Kebijakan Publik akan berurusan dengan bagaimana membangun masyarakat dan lingkungan ke depannya, tentunya dalam setiap kegiatan yang dilakukan haruslah dengan bekal ilmu yang cukup sebagai salah satu tuntunan agar tidak salah dan tepat dalam menyusun kebijakan. Teori Pembangunan yang semakin berkembang tentunya harus terus dipelajari selain untuk bekal profesi ke depan perlu juga untuk melihat mengapa bangsa ini masih terus berjalan lambat dalam menggapai tujuan lebih baik, bagaimana konsep pembangunan itu, haruskah negara ini terus mengikuti konsep pembangunan yang dibawa oleh negara-negara maju sang kapital dunia agar bisa dikatakan modern, ataukah negara ini harus membuat jalur modern sendiri agar bisa terwujud cita-cita sebagai manusia yang terus berubah menjadi lebih baik.


[1] Merupakan resensi dari buku Kapitalisme Birokrasi, Kritik Reinventing Government Osborne-karya Gaebler Fadillah Putra dan Saiful Arif oleh Fachrurozi, 2001, dalam http://www.averroespress.net/, diakses pada 12 Juni 2011 pukul 07.45 WIB.

[2] Presentasi mahasiswa pada mata kuliah Teori Pembangunan, Jurusan MKP, FISIPOL, UGM, 2011, Yogyakarta: Tidak diterbitkan.

[5] Presentasi kelompok pada mata kuliah Teori Pembangunan, 2011, jurusan Manajemen dan Kebijakan Publik, FISIPOL, UGM, Yogyakarta: Tidak diterbitkan.

8 responses to “Rangkuman dari Teori Pembangunan

  1. bagus lagi kalo di save di pdf apa .doc mas arif biar bisa di download

  2. mantap sangat membantu, thanks yo rif

  3. MOKASI BUAT DUKUNGAN DARI KWAN2..

    INSYA ALLAH KE DEPANNYA AKAN ADA TERUS PERBAIKAN BLOG INI..
    MENYEDIAKAN MATERI BAIK DARI KP ATAUPUN KP..
    UNTUK CONVERT KE PDF AKAN AF USAHAKAN..

    MOKASI..

  4. terima kasih banyak kaka🙂 sangat membantu sekali🙂

  5. Pingback: Tugas MAPU 5102 : MAKALAH | Baraeti

  6. assalam.w.w.
    terima kasih, sangat membantu.

Silahkan berkomentar, yang sopan ya..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s