PEMBANGUNAN ITU APA..?

Siagian (1994) memberikan pengertian tentang pembangunan sebagai “Suatu usaha atau rangkaian usaha pertumbuhan dan perubahan yang terencana dan dilakukan secara sadar oleh suatu bangsa, negara dan pemerintah, menuju modernitas dalam rangka pembinaan bangsa (nation building)”.[1]
Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa Siagian bermaksud menekankan bahwa usaha yang dilakukan untuk maju dan berubah menjadi lebih baik itulah sebuah pembangunan, namun kegiatan usaha itu haruslah terencana dan dilakukan secara sadar, karena segala sesuatu yang terencana mulai dari bagaimana bentuk yang diinginkan hingga bagaimana nantinya menghadapi masalah yang datang. Usaha tersebut juga harus dilakukan dengan sadar sebagai bentuk dari keinginan yang ingin diimplementasikan, sehingga kegiatan tersebut bukanlah sebuah angan yang bisa dilakukan dari alam bawah sadar. Kegiatan pembangunan ini dilakukan oleh bangsa, negara dan pemerintah atau secara mudah dapat dikatakan semua pihak yang menjadi elemen dari kesatuan yang menginginkan kemajuan menuju modernitas sebagai bentuk pembinaan bangsa.
Ginanjar Kartasas­mita (1994) memberikan pengertian yang lebih sederhana pembangunan yaitu sebagai “suatu proses perubahan ke arah yang lebih baik melalui upaya yang dilakukan secara terencana”.[2]

Menurut penulis pengertian dari Ginanjar ini memang sederhana dan bisa mewakili secara luas bagaimana kegiatan pembangunan itu. Pembangunan yang diartikan sebagai suatu proses perubahan merupakan bentuk pergerakan yang tentunya bernjak atau pindah dari keadaan sekarang menuju keadaan yang diinginkan, yang menurut Ginanjar menuju ke arah yang lebih baik. Kegiatan untuk proses tersebut dilakukan dalam bentuk usaha atau upaya yang dilakukan secara terencana sehingga bisa diprediksi bagaimana hal yang ingin dicapai dan bagaimana menyelesaikan seandainya nanti dari kegiatan pembangunan tersebut dilakukan menemui masalah yang mengganggu jalannya pembangunan. Terencana tersebut menurut penulis tidaklah sesederhana pengertian tersebut, namun memiliki arti luas mulai dari bagaimana bentuk pembangunannya, apa yang akan dibangun hingga bagaimana dukungan baik dana maupun faktor teknis lain dalam pembangunan tersebut.
Suatu proses perubahan pokok pada masyarakat dari suatu keadaan nasional tertentu menuju ke keadaan lain yang dianggap lebih bernilai (Katz,1971)[3]
Dalam hal untuk mengartikan pembangunan Katz melihat secara nasional, dikatakan oleh Katz secara jelas bagaimana kegiatan pembangunan merupakan proses perubahan pokok, dapat diartikan berarti pembangunan merupakan hal utama atau dasar untuk perubahan keadaan. Masyarakat sebagai elemen penting dalam suatu negara menjadi objek perubahan karena proses perubahan itu mendapat penekanan oleh Katz pada masyarakat, sehingga ketika perubahan yang diharapkan tersebut dilakukan, akan berhubungan dengan masyarakat secara langsung sebagai objek perubahan. Keadaan yang diharapkan menurut Katz adalah keadaan nasional suatu negara secara meyeluruh dengan bentuk proses perubahannya dari keadaan nasional tertentu menuju keadaan nasional lain. Keadaan nasional lain tersebut diharapkan menuju keadaan yang dianggap lebih bernilai, keadaan lebih bernilai ini menurut penulis adalah keadaan yang lebih baik dengan perubahan yang memiliki nilai tambah dari pada keadaan sebelumnya.

Proses perubahan dengan tanda tanda dari sesuatu yang dianggap kurang dikehendaki menuju ke sesuatu keadaan yang lebih dikehendaki (Phillip, Roup,1981)[4]

Philip juga mengajukan makna sederhana dari pembangunan, dengan tegas dikatakan oleh Philip bahwa pembangunan merupakan proses perubahan, namun proses perubahan tersebut bukanlah sekedar berubah begitu saja tetapi dengan bentuk yang memiliki arti dan tanda-tanda dari sesuatu yang kurang dikehendaki menuju keadaan yang lebih dikehendaki. Keadaan yang telah ada memang terkadang tidak sesuai dengan harapan, sehingga ada keinginan untuk merubah atau menggantinya menjadi sebuah keadaan yang sesuai dengan keadaan yang diinginkan atau dikehendaki. Keadaan yang lebih dikehendaki tentunya tidaklah selamanya juga lebih baik dari keadaan yang ada pada suatu saat, jadi, keadaan yang lebih dikehendaki sering menimbulkan perdepatan yang sangat lama proses penyelesaiannya. Keadaan yang dikehendaki seringkali ditukangi atau didalangi oleh kepentingan pribadi atau kelompok tertentu, sehingga keadaan bersama yang diharapkan tercipta atau terpenuhi dari pembangunan justru tidak terwujud.

[1] Siagian, 1994, dalam presentasi kelompok PEMBANGUNAN : KONSEP DAN IMPLIKASI, mata kuliah Teori pembangunan, dipresentasikan pada 25 Februari 2011, Jurusan Manejemen dan kebijakan Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta: Tidak diterbitkan.

[2] Ginanjar Kartasas­mita, 1994, dalam presentasi kelompok PEMBANGUNAN : KONSEP DAN IMPLIKASI, mata kuliah Teori pembangunan, dipresentasikan pada 25 Februari 2011, Jurusan Manejemen dan kebijakan Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta: Tidak diterbitkan.

[3] Katz, 1971, dalam presentasi Bambang Sunaryo sebagai materi kuliah, tahun 2011, mata kuliah Perencanaan Pembangunan, Jurusan Manajemen dan Kebijakan Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta : Tidak diterbitkan.

[4] Phillip Roup, 1981, dalam presentasi Bambang Sunaryo sebagai materi kuliah, tahun 2011, mata kuliah Perencanaan Pembangunan, Jurusan Manajemen dan Kebijakan Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta : Tidak diterbitkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s