POSDCORB..??

POSDCORB

Menurut Luther M. Gullick dalam karyanya “Papers on the Science of Administration” mengatakan bahwa fungsi organik administration and manajemen adalah[1] :

1.      Planing  (perencanaan)

Proses menetapkan secara garis besar apa yang perlu dilakukan dan metode yang digunakan untuk melakukannya agar mencapai tujuan yang telah ditetapkan bagi organisasi (working out in broad outline the things that need to be done and the methods for doing them to accomplish the purpose set for the enterprise).[2]


Menurut Drs.Malayu Hasibuan[3]

Planing atau perencanaan adalah sebuah keputusan yang menjadi pedoman untuk mencapai suatu tujuan tertentu

2. Organizing (pengorganisasian)

- Penciptaan dari struktur otoritas formal dimana sub bagian kerja dapat diatur, dirumuskan, dan dikoordinasi, untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

- (the establishment of the formal structure of authority through which work subdivisions are arranged, defined and coordinated for the defined objective).[4]

- Mengatur struktur dan proses-proses organisasional dengan cara pantas dan penting untuk mencapai tujuan-tujuan akhir.[5]

- Pengorganisasian adalah aktivitas-aktivitas yang berkaitan yang berkaitan dengan penyusunan struktur yang dirancang untuk membantu pencapaian tujuan-tujuan telah ditentukan. Pengorganisasian merupakan suatu proses mengorganisasikan orang-orang untuk melaksanakan misi utama mereka.[6]

3. Staffing (pengadaan tenaga kerja)

Kegiatan yang berhubungan dengan penentuan siapa-siapa yang melakukan seluruh pekerjaan sesuai dengan tugasnya bidang dan keahliannya masing-masing dalam organisasi tersebut serta merekrut dan mempekerjakan personalia untuk melaksanakan pekerjaan agen yang penting.

Bila organizing menyusun wadah yang legaal tempat menampung segala kegiatan maka staffing berhubungan dengan penentuan tenaga-tenaga pelaksananya.Dengan kata lain menentukan fungsi personil keseluruhan akan menduduki tiap posisi serata memelihara kondisi yang favorabel.[7]

4. Directing (pemberian bimbingan)

Directing yaitu kegiatan yang berhubungan dengan usaha-usaha bimbingan, memberikan guidance, saran-saran , perintah-perintah , instruksi-instruksi agar tujuan yang telah ditentukan semula dapat dicapai.Selainitu directing adalah kegiatan yang berhubungan dengan usaha-usaha bimbingan, memberikan guidance, saran-saran, perintah-perintah, instruksi-instruksi, agar tujuan yang telah ditentukan semula dapat dicapai.

5. Coordinating (pengkoordinasian)

Koordinasi adalah sinkronisasi yang teratur (orderly synchronization) dari usaha-usaha (efforts) untuk mencapai pangaturan waktu (timing) dan terpimpin (directing) dalam hasil pelaksanaan yang harmonis dan bersatu untuk menghasilkan tujuan yang telah ditetapkan (stated objective).[8]. Selain itu pengkoordinasian yaitu kegiatan yang berhubungan dengan usaha menyatukan dan mengarahkan kegiatan dari seluruh echelon organisasi itu agar dalam setiap gerak dan langkahnya tertuju pada tujuan. Dengan kata lain adanya interelasi dari berbagai corak kerja

6. Reporting (pelaporan)

Pelaporan adalah kegiatan berhubungan dengan laporan dari setiap kejadian, lancer tidaknya aktivitas, apakah ada kemajuan atau tidak. Ini kebalikan dari directing yang datang dari atasan kebawahan sedang ini dari bawah keatas. Disini terjadi “two-way traffic[9]. Kegiatan eksekutif menyampaikan informasi tentang apa yang sedang terjadi kepada alasannya, termasuk menjaga agar dirinya dan bawahannya tetap mengetahui informasi lewat laporan-laporan, penelitian, dan inspeksi ( keeping those to whom the excutive is responsible informed as to what is going on, which those includes keeping himself and his subordinates inform through record , research, inspection).

7. Budgeting (penganggaran)

Penganggaran adalah fungsi yang berkenaan dengan pengendalian organisasi melalui perencanaan fiskal dan akutansi. Allen Schick mengungkapkan adanya tiga tujuan anggaran: pengawasan, manajemen, dan perencanaan. Sedangkan fungsi anggaran berdasarkan perjalankan historisnya terdiri dari empat macam yaitu: fungsi kontrol, fungsi manajemen, fungsi perencanaan, dan fungsi evaluasi. penyusunan anggaran belanja yaitu bagaimana uang itu digunakan, untuk keperluan apa, berapa banyaknya, termasuk kepada pos mana, kemudian dari sumber-sumber apa saja keuangan didapat. Bila terjadi deficit darimana kekurangan itu akan ditutup. Didalam ilmu ekonomi ada istilah “hedging” yang oleh William H. fewman dalam bukunya “administration dan management”, memberikan keterangan sebagai berikut :

by arranging operations so that losse in one area will be offset by gains in another or vice versa” atau kurang lebih adalah bahwa didalam suatu penyelenggaraan kerja, kerugian dalam suatu bidang dapat ditutup dengan keuntungan yang didapat dalam bidang lain dan sebaliknya[10].

Ditinjau dari segi penggerakan bawahan dalam rangka filsafat administrasi dan manajemen, dari rangkaian itu yang terpenting ialah fungsi directing. Directing sebagai konsep adalah lebih lunak dari comanding. Jika dihubungkan dengan masyarakat Amerika dan perkembangan ilmu administrasi yang telah semakin berkembang , dengan mudah dapat dipahami penggunaan istilah yang lebih lunak itu. Gullick menulis karyanya tahun 1930 pada waktu Ilmu Administrasi Negara telah lebih meningkat.

Dari berbagai penjelasan yang menjadi klasifikasi dari berbagai penulis hampir serupa, namun ketika membahas tentang hubungan yang terjadi disaat perkembangan POAC menuju POSDCORB akan ada beberapa perspektif, namun dalam hal ini kami akan mengambil salah satu dari berbagai pendapat tersebut untuk menjadi panduan dalam analisis kami.

Dalam buku Dasar-dasar Manajemen Umum karya Wursanto(1986:24-25), meyimpulkan bahwa PO atau planning dan organizing dalam semua teori adalah sama arti dan tiada pembedaan. Hanya saja pada saat diPOSDCORB akan ada tambahan untuk planning yaitu budgeting, untuk masalah ini dapat kita lihat dari arti kedua kata tersebut dimana planning memiliki arti perencanaan untuk mencapai tujuan, dan budgeting memiliki makna sebagai penganggaran yang sangat berhubungan dengan rencana kerja atau program apa saja yang akan dilaksanakan sehingga perlu perhitungan cermat untuk menjalani sebuah rencana dalam bentuk optimalisasi penggunaan dana, planning dalam POSDCORB telah dengan jelas dipisahkan menjadi dua, sehingga yang dalam POAC perencanaan itu termasuk di dalamnya penganggaran dispesialisasikan dalam POSDCORB dengan dua aspek, yaitu perencanaan dan penganggaran. Maksud dan tujuan dari hal tersebut tak lain sebagai bentuk perubahan lebih baik untuk menjalani sebuah organisasi, namun terkadang pada prakteknya tak sedikit organisasi dalam memutuskan penganggaran juga langsung dibahas dalam perencanaan program kerja, sehingga tanpa pembedaan antara perencanaan dan penganggaran, hal tersebut mengingat juga berbagai bentuk factor pendukung untuk spesialisasi atau hanya perlu sekali jalan bisa menyelesaikan dua tugas.

Sedangkan untuk perubahan atau tambahan menjadi adanya staffing (pengadaan/penempatan tenaga) dan yang erat hubungannya dengan hal ini ada coordinating (pengkoordinasian) untuk kerja yang merupakan pecahan dari organizing pada POAC. Untuk hal ini penulis melihat dari sudut pandang prinsip kerja dari staffing dan coordinating, yang merupakan bagian dari proses pengorganisasian, yaitu proses untuk penentuan tenaga yang seperti apa yang berhak dan bisa berada dimana. Sehingga untuk melakukan hal tersebut perlu pengorganisasian yang jelas dan sebagai upaya untuk membuat kejelasan dari pembagian tugas.

Selanjutnya dapat kita lihat adanya fungsi directing(pembimbingan), yang pada hal ini penulis menyimpulkan bahwa merupakan perubahan dari actuating(pergerakan) yang bermaksud sama yaitu proses dan upaya memobilisasi setiap sumber daya yang ada untuk partisipasi aktif dalam pencapaian tujuan yang telah menjadi keputusan bersama dan telah ditetapkan.

Dan satu lagi hal terpenting yang merupakan cerminan dan perbaikan dari fungsi POAC dalam POSDCORB, yaitu controlling(pengawasan) menjadi reporting(pelaporan) sehingga kemajuan cara berpikir mengajarkan untuk membuat para tenaga untuk bisa melakukan tugas tanpa ada tekanan yang bersifat intimidasi peran sehingga dalam pelaksanaan kegiatan pekerjaan sering terganggu, namun hal tersebut tidaklah dilepaskan begitu saja karena telah ada directing yang merupakan kegiatan mengarahkan tenaga untuk melakukan tugasnya dengan baik dan sesuai tujuan sehingga nantinya mereka setelah bekerja hanya harus melakukan pelaporan dan bila ada kesalahan akan bisa dilakukan perbaikan dengan baik.

POAC dan POSDCORB memiliki tujuan yang sama sebenarnya, yaitu bagaimana membeuat organisasi bisa tumbuh dan berkembang serta bisa mencapai tujuan yang diinginkan, namun untuk locus dari kedua fungsi tersebut tentu berbeda, karena POAC yang merupakan teori atau memiliki fungsi-fungsi yang lebih sederhana daripada POSDCORB maka penggunaannya pun lebih kepada organisasi yang baru tumbuh dan belum terlalu kompleks untuk tugas-tugas, berbeda dengan fungsi-fungsi yang ada di POSDCORB, fungsi-fungsi yang ada di POSDCORB lebih spesifik dan lebih kompleks, sehingga cocok untuk organisasi yang sudah besar dan berkembang, yang memerlukan sepesialisasi serta kejelasan dari peran masing-masing sumber daya, maka POSDCORB lebih banyak digunakan pada organisasi yang cenderung lebih besar dan kompleks.


[1]Wursanto.1983, Dasar-DasarManajemenUmum. Jakarta : Pustaka Dian. Hal. 23.

[2]Keban, Yeremias. 2004, Enam Dimensi Startegis Administrasi Publik: Konsep, Teori dan Isu. Yogyakarta: Gava Media. Hal. 112.

[3]Kencana,Inu,S. 2006, IlmuAdministrasiPublik ( EdisiRevisi). Jakarta : RinekaCipta. Hal. 75.

[4]Keban, Yeremias. 2004, Enam Dimensi Startegis Administrasi Publik: Konsep, Teori dan Isu. Yogyakarta: Gava Media. Hal. 112.

[5]Keban, Yeremias. 2004, Enam Dimensi Startegis Administrasi Publik: Konsep, Teori dan Isu. Yogyakarta: Gava Media. Hal. 112.

[6]Ibid. Hal. 115.

[7]Rosyidi, Ero H. 1975. Organisasi dan Management. Bandung: Alumni. Hal. 88.

[8]Kencana,Inu,S. 2006, IlmuAdministrasiPublik ( EdisiRevisi). Jakarta : RinekaCipta. Hal. 86.

[9]Rosyidi, Ero H. 1975. Organisasi dan Management. Bandung: Alumni. Hal. 91-92.

[10]Rosyidi, Ero H. 1975. Organisasi dan Management. Bandung: Alumni. Hal. 92.

TUGAS KELOMPOK

PERBANDINGAN ANTARA FUNGSI MANAJEMEN POAC DENGAN POSDCORB

Dosen : Ambar Teguh Sulistiyani

ANGGOTA KELOMPOK : 1. ARIF RAHMAN HAKIM (10/304398/SP/24317)

2. ARISNA FENDY K. (10/299214/SP/24080)

3. FACHRURIZA (10/301647/SP/24255)

4. NICCOLO ATTAR 906/195980/SP/21712)

5. SYAMSUL MU’ALIM R. (10/305461/SP/24373)

JURUSAN ADMINISTRASI NEGARA

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN POLITIK

UNIVERSITAS GADJAH MADA

YOGYAKARTA

2011

3 responses to “POSDCORB..??

  1. boleh nanyak gak kak..??
    POSDCORB itu apa udah relevan dengan tugas administrasi publik saat ini??
    tolong mnta pndapatnya ya kak..
    makasii,,,:)

  2. Maaf saya lama responnya,,

    Menurut saya pribadi cukup relevan,,tapi untuk keadaan “norma”, dalam artian berbagai patologi birokrasi tidak terjadi dan seluruh SDM alias birokrat yang melayani publik dalam hal ini masyarakat benar-benar mengerti dengan peran mereka dan bagaimana harus berbuat,,

    namun, dalam perkembangan Manajemen Publik kini, udah ada NPS (New Public Service), untuk rangkuman prinsip kerjanya bisa dilihat dalam buku Pak Yeremias “Enam Dimensi Strategis Administrasi Publik KONSEP, TEORI DAN ISU”

    Maaf, mungkin kurang jawabannya kurang memuaskan,karena saya memang bukan pemuas..hahaha

    Maturnuwun,,

    Terus dapatkan update tulisan saya y..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s